Fighting, Kim Heechul!

Fighting, Kim Heechul!

 

Disclaimer :

All cast(s) belong to GOD & Theirself!

This FF originally mine.

 

Genre :

Friendship | Hurt/Comfort—maybe?—.

 

Rated :

K+ | PG-14.

 

Cast(s) :

~ Kim Heechul

~ Other.

 

Warning :

OOC | CANON | NO PAIR!—maybe?— | JUST IMAGINATION | FAIL! | FAIL!DESCRIPTION.

 

A/N :

Dedicated to Uri Cinderella, Kim Heechul.

Special for ELFs, Petals—Heechul’s Fan—, and for U🙂

Enjoy reading!~

***Noona961019***

(Ket. : Cetak tebal : isi surat ;D happy reading!)

 

HEECHUL’s P.O.V

 

Ah… Hari ini terakhir aku berada di dorm, ya? Walau aku tak pernah mengakuinya, pada kenyataannya aku suka apartemen ini. Kamar ini. Dan segala sesuatunya. Hal ini membuatku sedikit berat untuk melepaskannya.

 

Memoriku mengulang lagi saat itu, beberapa hari yang lalu di backstage sebuah acara musik. Saat rekan-rekanku menangis saat melepasku. Ayolah… Aku masih belum mati. Mengapa kalian menangis begitu?

 

Aku sekarang faham apa yang dirasakan Youngwoon. Begini rasanya ya saat dilepas wamil? Ketika kau berada di puncak ketenaran, namun harus menunaikan kewajiban sebagai warga negara yang baik. Sedikit tak ikhlas melepaskan seluruh apa yang telah kau genggam, namun kau harus melepasnya!

 

Aku cuek bukan berarti aku tuli. Aku tahu para fans mengkhawatirkan keadaanku dan mengatakan aku tak wajib mengikuti pelatihan militer. Tapi, bukankah itu tak adil? Tuhan mempercayakanku dengan memberikan kehidupan keduanya padaku, tapi aku tak membalas apa-apa dan malah bersantai sebagai hallyu star. Setidaknya aku juga ingin berpartisipasi mempertahankan negaraku. Ya, aku tahu ini memang terasa bukan aku yang sesungguhnya. Bukan seperti Kim Heechul yang aneh, moody, dan semaunya sendiri. Tapi, keputusanku ini sudah bulat. Dan… Karena itulah kalian harus bangga padaku!

 

Aku benar-benar tak mengerti apa yang ada di pikiranku ketika melihat sembilan lembar kertas polos bertumpuk di atas meja rias-ku. Tiba-tiba sebersit ide muncul di benakku.

 

“Bagaimana kalau aku menulis surat untuk mereka?” Tanyaku yang sudah pasti tak akan mendapat respon dari siapapun. Aku melangkah mendekati meja dengan kaca yang kini memantulkan bayanganku sendiri. Sedikit aneh… Aku yang dulunya sering berdandan disana, kini kelihatan asing. Sangat asing…

 

Kuabaikan hal itu, dan lebih memilih untuk segera duduk di kursi. Kupadangi tumpukan kertas itu… kosong, polos, tak berbercak tinta sedikitpun.

 

Kugoreskan perlahan tinta yang aku sendiri heran mendapat darimana pada lembar pertama.

 

Untuk kau yang satu-satunya, Park Jungsoo.

 

Jungsoo, sebagai awal dari segalanya aku mohon maaf. Ya, ini pertama kalinya sepanjang kita berkumpul aku minta maaf padamu, karena sebelumnya kau yang selalu melakukannya. Aku merepotkanmu terlalu banyak, Jungsoo. Merusak citra Super Junior—band yang kita naungi—, melakukan hal gila, membuatmu jengkel… Ah… Terlalu banyak kesalahan yang aku buat, tapi kau selalu memaafkanku. Kau memang leader yang baik. Bagiku, kau adalah pemimpin terbaik dari grup yang lainnya. Hanya kau, dan aku yakin cuma kau… Kau yang bisa menyatukan 13—atau mungkin 15—kepala yang berbeda menjadi satu. Kau yang bisa berbuat adil pada semuanya. Ah… Kau yang terbaik! Jika ada satu orang yang ingin kuberi penghargaan, itu sudah pasti kau. Jungsoo, ijinkan aku untuk memanggilmu hyung kali ini saja. Bolehkan? Jangan cengeng, hyung. Yakinkan dalam hati, bahwa kita bertiga belas dapat melalui ini dan berkumpul serta bernyanyi bersama lagi seperti dulu. Aku mencintaimu, Jungsoo-hyung. Fighting!

 

P.S : Lupakan tentang perbedaan line kita. Satu yang kita lupakan, kita sama-sama 83line ㅋㅋ~

 

Mataku memanas saat kuulangi lagi membaca suratku untuk Jungsoo. Ya tuhan, bahkan aku tak pernah bisa sebaik ini dalam mengekspresikan perkataanku.

 

Kuambil lembar kedua, dan mulai menulis lagi…

 

Big head, Kim Jongwoon…

 

Jongwoon Jongwoon Jongwoon. Sejujurnya aku bingung hendak menulis apa untukmu ㅋㅋ~

Yesung, walau tak tampak dari luar, aku tahu kau lelaki yang bijaksana. Kau yang menanggung segalanya setelah Jungsoo. Apabila grup kita drop, kau akan terkena imbas. Tapi… Apa yang kau lakukan? Saat itu terjadi kau akan tersenyum, sambil bergumam, “Aku tak apa-apa. Mari kita berlatih lebih keras lagi!” Ah… Anak baik. Jagalah Jungsoo, Jongwoon! Jangan sibuk dengan peliharaanmu saja… Kau benar-benar membuatku jengkel saat kau mulai berbicara dengan hewan di hadapan kami semua.

 

P.S : Jongwoon, kontrol lagi bicaramu. Kau tak mau menjadi pengganti Kangin, kan?

 

Kututup mataku sekilas. Merelaksasikan kedua mataku yang sejak tadi meminta izin untuk menurunkan kristal beningnya. Setelah kurasa cukup, kupandang lembar ketiga dan mulai menulis kembali…

 

Dear Dongguridong, Shin Donghee…

 

Shin Donghee, hampir saja aku salah menuliskannya menjadi Shin Dongho. Bila itu terjadi, nyawaku bisa saja menjadi bulan-bulanan para KissMe karena telah menyamakan magnae mereka denganmu ㅋㅋ~ Shindong, kau orang yang kuat! Bukan fisik, tapi jiwa-mu. Kau lebih kuat dari member yang lain. Kau pernah merasa putus asa, seakan kau yang paling buruk rupa di grup ini. Tapi, satu hal… Kau membalas mereka yang telah meremehkanmu dengan prestasi! Kau sungguh hebat dan aku bangga padamu…

 

P.S : Dietmu berjalan lancar? Lanjutkanlah… Mungkin setelah menjalankannya beberapa tahun kau akan terlihat seperti Brad Pitt ㅋㅋ~

 

Kuletakkan tinta-ku sejenak, merogoh saku celana yang sebelumnya telah aku masukkan tissue disana. Kuambil selembar benda berwarna putih itu, dan mengusapkannya pada hidungku sendiri.

 

Kucoba untuk kembali melanjutkannya…

 

Eternal aegyo, Lee Sungmin.

 

Aku sekarang tahu kenapa akhir-akhir ini kau lebih sering meluangkan waktu untukku daripada member yang lain, bahkan daripada bocah setan itu. “Aku ingin aku berkesan untukmu, dengan itulah aku akan selalu diingat olehmu.” Jawaban paling indah yang pernah kudengar darimu, aku jadi tersentuh. Kau orang yang perfeksionis, aku tahu itu. Tapi, baiknya jangan memaksakan diri, lihatlah hasilnya yang sukses membuat matamu sakit hingga kau harus membingkainya dengan kacamata hitam. Cepat sembuh, dongsaengku.

 

P.S : Kau terlihat gemuk. Cepat diet! Jika tidak, kau akan menjadi Teddy bear Super Junior! Ah, atau mungkin fat bunny? ㅋㅋ~

 

Aku terisak dalam diam. Entah bagaimana caranya, namun… Yang pasti itu sakit… Sangat sakit.

 

Tanganku bergerak, tetap bergerak menorehkan tinta hitam pada polosnya kertas.

 

Asian Pervert Anchovy, Lee Hyukjae…

 

Sebentar lagi aku akan meninggalkan kalian sementara. Kau tahu apa yang paling kurindukan? Menjahilimu. Hal itu yang pasti akan sangat aku rindukan. Kau polos, Hyukjae. Bahkan, tak sadar sudah keberapa kalinya kau dibodohi oleh hyungmu yang usil ataupun dongsaengmu yang kurang ajar. Belajarlah lagi, jadi… Setelah aku kembali kesini, kau sudah tak dapat di bodohi kembali olehku. Mengerti?

 

P.S : Berhentilah menonton video mesum, Hyukjae! Segera hapus semua itu dari laptop! Ini perintah dari hyung keduamu!

 

Entah kenapa saat ini aku merasa ringan. Ringan untuk tersenyum tulus.

 

Tanpa berpikir lebih lama, aku kembali fokus pada pikiranku, menulis…

 

Best Dongsaeng, Lee Donghae fishy…

 

Fishy, aku pernah berkata untuk menjagamu, kan? Aku minta maaf karena selama ini aku tak bisa menjagamu dengan baik, sekarang bahkan aku harus meninggalkanmu. Sedihnya ㅋㅋ~ Seperti katamu sendiri, kau harus tetap sehat! Jangan memforsir tubuhmu untuk bekerja, jika Sooman yang menyuruhmu tolaklah! Dia tak pernah tahu lelahnya kita bekerja, hanya asal main suruh! Ck, itu membuatku sedikit kesal. “Fishy, masih teringat pada ayahmu? Jika kau rindu beliau, anggaplah aku ayahmu,” Kau tahu? Itulah kata-kata yang selama ini aku pendam dan tak pernah kuucapkan saat kau bersedih dan terpukul atas kepergian ayahmu. Ya, aku tahu… Aku takkan bisa menjadi ayahmu, karena ayahmu tidak moody sepertiku. ㅎㅎ~

 

P.S : Aku terharu dengan lagu ciptaanmu, ‘Y’. Boleh kutahu apa makna dan untuk siapa lagu itu?

 

Hey, kenapa mendadak aku tak rela untuk pergi Wajib Militer?–‘

 

My dearest Simba, Choi Siwon…

 

Simba…  Aku benar-benar suka memanggilmu begini. Apalagi saat mendengarmu berujar, “Simba akan melindungi Cinderella! Itu mengagumkan, hyung!” Ah, kau benar-benar romantis. Aku rasa kau akan menjadi member yang paling dahulu menikah, Siwonnie ㅎㅎ~ Ehm, ada sesuatu yang aku iri padamu, namun aku tak mungkin dapat mencapainya… Kau tahu? Anak pintar! Perutmu yang kotak-kotak itu, betul sekali! Aku ingin perutku seperti perutmu, tapi… Aku tak mau image ‘cantik’-ku berganti image manly. Aneh? Biarlah…

 

P.S : Simba… Sekarang Cinderella perintahkan kau untuk menjaga dan melindungi kawannya, Malaikat tak bersayap. Mengerti?

 

Aiish… Kenapa aku merasa begini? Aku merasa… Aku akan kehilangan kebersamaan ini untuk selamanya. Kebersamaan dengan semuanya… Member dan fans.

 

Eternal short magnae, Kim Ryeowook.

 

Ryeosook~ Ah, aku bercanda, dongsaeng. Sudah lama aku tak mengejekmu begitu. Ryeowook… Kalau diibaratkan, pengorbananmu pada grup ini seperti ahjumma-ahjumma yang memasak makanan. Ah… Tapi, tentu tidak sebatas itu. Kau juga pelecut semangat kami. Kau seperti anak kecil penebar semangat! Huh, aku sampai iri melihatmu. Ryeowook, kalau aku tak ada… Kau harus menjadi pengganti Mr. Twitter ini ya? Kalahkan Fishy. OK? ㅎㅎ~

 

P.S : Jangan suka memaksakan diri! Tinggikan badanmu!ㅎㅎ~

 

Aku kagum melihat kesungguhanku dalam membuat kedelapan surat ini. Tinggal satu lagi, selembar untuk si bungsu kurang ajar itu. Ah, walaupun kurang ajar… Dia adalah evil generasi emas, bukan?

 

Super Evil Magnae, Cho Kyuhyun.

 

Magnae… Kau sungguh tak sopan pada hyungmu! Ck, walau begitu… Aku acungkan jempol untuk sifat manjamu itu. Dan… Bagaimana bisa setan sepertimu takluk pada kelinci seperti Sungmin? Dasar aneh! Kyuhyun… Berhenti memandangi benda portable itu setiap malam, sayangilah kesehatanmu… Dan juga Sungmin! Tak tahu kah kau kalau dia pernah bicara pada umum kalau dia malas menjadi roommate-mu karena kau selalu bermesraan dengan komputermu? Kau payah magnae! Satu lagi… Jangan terlalu memaksakan diri anak bandel! Jaga kesehatanmu!

 

P.S : Kyuhyun! Ketika aku pulang dari sini, aku minta kau ajari aku Starcraft! Ini perintah!!

 

Kupandangi lagi sembilan lembar kertas itu. Ternyata, menulis surat itu menyenangkan juga, ya? Setidaknya… Dengan ini aku benar-benar merasakan arti menyayangi dan persahabatan sekaligus.

 

Aku bangkit dari kursi rias dengan membawa kesembilan lembar kertas itu dalam dekap tanganku.

 

Because you naughty, naughty~

Hey! Oh, Mr. Simple~

 

Yoboseoyo?”

 

Kututup kelopak mataku sejenak sembari menguatkan diriku sendiri, “Ya, aku siap manager-hyung…”

 

***

 

Super Junior…

 

1 September 2011.

 

Hari yang aneh ketika  mereka pulang ke apartemen dengan kepala tertunduk—bahkan ada beberapa member yang berlinang air mata—. Namun, yang paling penting, berkurangnya satu member paling eksentrik dalam grup, membuat kilau obsidian kesembilannya meredup.

 

Tanpa sepatah katapun—Bahkan tanpa ‘Annyeong Haseyo‘—, mereka segera masuk ruangan masing-masing, mengunci diri dari sesak hati. Rasanya sakit bukan ketika kau kehilangan salah seorang anggota keluargamu? Apalagi yang ‘spesial’ seperti dia, Kim Heechul.

 

Dan dapat dipastikan, setelah hampir lima menit membaca dan meresapi isi yang terkandung dalam selembar surat ‘kenang-kenangan dari Heenim’ itu… mereka Menangis… Semua, bahkan lelaki setegar Sungmin ataupun sekekar Siwon. Semuanya larut dalam kehilangan.

 

Tapi, mereka tahu itu semua tak akan berlangsung lama. Hanya sementara, itu yang mereka tanamkan di hati terdalam masing-masing, seraya berujar bersamaan dalam keheningan…

 

Fighting, Kim Heechul!”

 

* END *

 

A/N :

*ngakak kesetanan*

mianhae mianhae reader… Ini FF abal buat ngerayakan kepergian Heechul yg telah wamil.

Deskripsi ancur yea? Sudah kuduga…

Mind to RCL?!~

 

Wednesday, 31st August 2011 at 22:12

 

~ Choi Jinyeong ~

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s